SERAM BAGIAN BARAT, Kalibernews.net – Bupati Seram Bagian Barat, Ir Asri Arman MT, dan Wakil bupati seram bagian barat, Selfinus kainama S.pd, ketua tp-pkk, Ibu Yeni Rosbayani Asri, Sekda leverne A Tuasuun SH, dan Pimpinan” OPD.

Hadir di giat Acara Syukur HUT ke 50 GPM se-klasis Taniwel, melakukan Peletakan batu pertama pastori Desa patahuwe sekaligus memulai pembangunan semua rumah yang terbakar akibat konflik di jumat lalu 11 September 2026.

Konflik tersebut bermula dari kebakaran lahan milik warga lisabata yang belum di ketahui pasti apa penyebabnya, apakah sengaja di bakar oleh oknum atau ada pontong rokok yang sengaja di buang oleh orang yang tak dikenal.

Akibat konflik tersebut Warga patahuwe mengalami kerugian 27 rumah di bakar dan warga lisabata di kabarkan 4 orang mengalami luka,

Saat peristiwa itu, kapolda maluku bergerak cepat menurunkan ratusan personil Brimob dari Polda Maluku di tempat kejadian perkara Desa Patahuwe dan Lisabata guna mengantisipasi konflik susulan dan saling menyerang.
Minggu 20/09/2026

Bupati SBB, Ir. Asri Arman MT setelah peletakan batu pertama menyampaikan apresiasi atas kerja sama Pemerintah Provinsi Maluku, TNI dan Polri, serta pengurus Gereja Protestan Maluku (GPM) yang suda hadir di tengah masyarakat terdampak kebakaran khususnya Desa Patahuwe.

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan kasih-Nya sehingga seluruh pihak dapat berkumpul dalam peletakan batu pertama pastori dan pembangunan rumah warga, ini bentuk kemanusiaan.

Terima kasih kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang suda hadir diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum di Bumi Saka Mese Nusa,” ini sebuah bentuk perhatian khusus pemerintah terhadap masyarakat di daerah, bahwa tidak membiarkan berjuang sendiri, hal ini perlu di sukuri

Bupati juga menambahkan terima kasih kepada semua pihak yang suda memberikan perhatian dan rasa peduli kepada warga patahuwe dan lisabata dari awal bentrokan hingga sekarang segala bantuan telah tersalur bahkan saat ini telah mengembalikan harapan besar dan memberi rasa nyaman yang terdampak.

Ini merupakan sebua pengalaman besar untuk semua masyarakat bahwa kedepan tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan tetapi perlu dikomunikasikan di bicarakan dengan baik melalui jalur pendekatan kekeluargaan, karena kita semua bersaudara.

Bupati menitip harapan besar kepada masyarakat seram bagian barat agar terus dan tetap menjaga semangat kekeluargaan bupati mengajak, “Mari samua baku bantu, baku sayang dan baku kele,” dengan nada ajakan.

Pewarta: Ode Khalif
Kaperwil Maluku

About The Author