
BOJONG MALAKA, BALEENDAH, KAB. BANDUNG, KALIBERNEWS.NET – Kekecewaan para pekerja proyek Revitalisasi SDN 1 Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, kembali mencuat. Pekerja mengeluhkan upah pengecoran lantai yang diduga tidak sesuai dengan kesepakatan awal sebelum pekerjaan dimulai.
Peristiwa protes tersebut terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026 saat pelaksanaan pengecoran lantai di lokasi proyek SDN 1 Bojong Malaka.
SEPAKAT UPAH COR BEDA DARI HARIAN
Menurut keterangan para pekerja kepada Kalibernews.net, sebelum pelaksanaan cor lantai, antara pekerja dan pihak pemegang proyek / P2SP telah ada kesepakatan bahwa upah cor lantai berbeda dengan upah harian biasa.
Upah harian normal disepakati:
- Tukang: Rp 150.000 / hari
- Kenek / Laden: Rp 120.000 / hari
Karena pekerjaan cor lantai membutuhkan tenaga ekstra, waktu lebih panjang, dan risiko tinggi, disepakati upah cor akan lebih tinggi dan dihitung berbeda dari harian biasa.
KENYATAAN DI LAPANGAN BERBEDA
Namun, kenyataannya di lapangan, upah yang dibayarkan diduga tidak sesuai dengan kesepakatan awal tersebut. Pekerja menyebut pihak pengelola menghitung upah dengan sistem per jam:
- Tukang: Rp 18.750 / jam
- Laden: Rp 15.000 / jam
Akibat perbedaan hitungan tersebut, para pekerja merasa dirugikan. Seharusnya pekerja dibayar sesuai kesepakatan awal untuk pekerjaan cor lantai, bukan disamakan atau dihitung dengan skema lain yang merugikan.
SISA UPAH 1 HARI 2 JAM BELUM DIBAYAR
Yang lebih mengecewakan, menurut pekerja, hingga saat ini masih ada sisa upah yang belum dibayarkan sesuai kesepakatan awal, yakni 1 hari 2 jam kerja.
“Seharusnya dibayar sesuai kesepakatan awal cor. Tapi kenyataannya beda. Masih ada sisa 1 hari 2 jam yang belum dibayar sampai sekarang. Kami hanya minta hak kami dibayarkan sesuai janji awal,” ungkap salah seorang pekerja proyek SDN 1 Bojong Malaka dengan nada kecewa, Jumat (16/10/2026).
Para pekerja berharap pihak P2SP SDN 1 Bojong Malaka dan pelaksana proyek segera menyelesaikan pembayaran sisa upah tersebut agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
DUGAAN KECELAKAAN KERJA
Selain soal upah, pekerja juga menyinggung adanya dugaan rekan kerja yang mengalami kecelakaan jatuh saat bekerja, namun tidak mendapatkan pertanggungjawaban yang layak dari pengawas untuk dibawa ke rumah sakit atau klinik terdekat.
KONFIRMASI KE P2SP USEP SUBHAN
Hingga berita ini diturunkan, Redaksi Kalibernews.net masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Ketua P2SP SDN 1 Bojong Malaka, Sdr. Subhan, terkait kebenaran dugaan ketidaksesuaian upah dan sisa pembayaran 1 hari 2 jam tersebut.
Redaksi memberikan ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak P2SP dan pihak terkait lainnya.
Penulis: Zul
Tim Lipsus Investigasi
Jabar
