
Lestarikan Kearifan Lokal! Swadaya Murni Nelayan Sangrawayang Sukses Gelar Larung Saji ke-4, Potensi Wisata Budaya Pesisir Selatan yang Terabaikan.
SUKABUMI, KALIBERNEWS.NET – Kekayaan budaya pesisir selatan Sukabumi kembali terpancar dari Desa Sangrawayang, Kecamatan Cisolok. Tradisi sakral tahunan, Syukuran Nelayan Sangrawayang ke-4, sukses digelar dengan khidmat melalui prosesi adat Larung Saji sebagai wujud syukur nelayan atas limpahan rezeki laut, Senin (19/10/2026).
Pantauan awak media Kalibernews.net di lokasi, ratusan nelayan dan warga pesisir tumpah ruah di Pantai Sangrawayang. Dengan balutan pakaian adat, iring-iringan tumpeng laut, dan doa bersama, prosesi puncak pelarungan sesaji ke tengah laut berlangsung penuh makna dan kebersamaan.
Acara yang menjadi ikon budaya Desa Sangrawayang ini dihadiri oleh Kepala Desa Sangrawayang, Babinsa, Babinmas Desa Sangrawayang, Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sukabumi, Perwakilan Camat Simpenan, Perwakilan HNSI, serta para tokoh nelayan setempat.
SWADAYA MURNI, BUKTI KEKOMPAKAN NELAYAN DESA SANGRAWAYANG
Ketua Panitia, Kadus Dadin, dalam wawancaranya menegaskan kebanggaan atas kekompakan warganya.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara syukuran nelayan ini,” ujar Dadin.
Ia menegaskan, seluruh biaya kegiatan merupakan hasil swadaya murni dari nelayan Sangrawayang, tanpa sepeser pun bantuan dana dari pemerintah.
“Biaya acara ini murni swadaya nelayan Sangrawayang sebagai wujud syukur kepada Allah SWT dan sebagai bentuk kekompakan Nelayan Sangrawayang. Alhamdulillah kita tidak dibantu dari pemerintah, ini murni swadaya masyarakat nelayan,” tegasnya.
Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan napas kebersamaan dan identitas Desa Sangrawayang sebagai desa bahari yang kaya akan kearifan lokal.
“Dan kita berdoa semoga hasil laut kedepannya lebih melimpah dan para nelayan diberi kelancaran dan keselamatan dalam menjalankan aktivitas nelayannya,” harapnya.
POTENSI WISATA BUDAYA YANG TERABAIKAN, PEJABAT PEMDA ABSEN
Sangat disayangkan, potensi besar wisata budaya seperti ini justru minim perhatian. Panitia menyayangkan absennya para pejabat terkait yang hanya mengirimkan perwakilan.
“Patut disayangkan, pada acara syukuran nelayan ini, para pejabat Pemda Kabupaten Sukabumi, Dinas Kelautan dan Perikanan, Camat dan HNSI semuanya diwakilkan. Padahal kami Panitia sudah mengundang pihak-pihak terkait untuk menghadiri acara ini,” keluhnya.
Padahal, tradisi Larung Saji Sangrawayang memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya dan religi unggulan di pesisir selatan Sukabumi, yang mampu mendongkrak ekonomi kreatif dan UMKM warga Desa Sangrawayang.
Meski tanpa kehadiran langsung para pejabat, antusiasme nelayan tetap tinggi. Acara berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan hingga akhir prosesi larung saji di perairan Sangrawayang.
Warga berharap, tahun depan Pemda Sukabumi lebih jeli melihat Desa Sangrawayang bukan hanya sebagai desa nelayan, tapi sebagai etalase budaya bahari Sukabumi yang harus dilestarikan dan dipromosikan.
Penulis: Januari
Redaksi
Kalibernews.net
