
BAHAYA! APAR di RSUD Cikalongwetan Diduga Kadaluarsa, Keselamatan Pasien dan Nakes Terancam.
BANDUNG BARAT, KALIBERNEWS.NET – Fakta mencengangkan ditemukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang menjadi alat vital penyelamat nyawa saat terjadi kebakaran, diduga kuat sudah dalam kondisi kadaluarsa dan tidak laik fungsi.
Padahal, RSUD adalah objek vital yang wajib memenuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan proteksi kebakaran.
Berdasarkan regulasi, APAR wajib menjalani inspeksi visual dan fungsional minimal 6 bulan sekali dan wajib hydrotest setiap 5 tahun sesuai Permenakertrans No. PER.04/MEN/1980. Bahkan untuk media powder, direkomendasikan isi ulang tiap 2 tahun sekali sesuai SNI 03-3985-2000. 1faeade0
Jika jadwal ini diabaikan, APAR berisiko kehilangan tekanan dan gagal berfungsi saat digunakan. Ironisnya, di RSUD Cikalongwetan, sejumlah tabung APAR yang terpasang di koridor dan ruang pelayanan terlihat berdebu, segel rusak, dan indikator pressure berada di zona merah.
“Ingat, APAR yang dibiarkan tanpa isi ulang bisa jadi dekorasi tanpa fungsi,” begitu peringatan keras dalam regulasi K3. ade0
Nyawa Jadi Taruhan.
Bayangkan jika kebakaran terjadi di ruang ICU, ruang obat, atau panel listrik RSUD, lalu APAR ternyata kosong atau macet. Bukan hanya aset miliaran yang terancam, tapi juga keselamatan ratusan pasien, tenaga kesehatan, dan pengunjung.
Hal ini menambah daftar panjang persoalan di RSUD Cikalongwetan. Sebelumnya, rumah sakit ini juga disorot terkait dugaan tunggakan jasa pelayanan (Jaspel) nakes yang disebut mencapai Rp 4 miliar dan persoalan pengelolaan keuangan lainnya.
Publik kini bertanya-tanya, bagaimana mungkin manajemen RSUD yang sudah ditekankan Bupati Bandung Barat untuk memberikan pelayanan sesuai SOP, bisa lalai dalam hal paling dasar yakni keselamatan?
Tuntutan:
- Dinkes KBB dan Manajemen RSUD Cikalongwetan segera melakukan audit total seluruh APAR.
- Disnaker dan Damkar KBB turun melakukan inspeksi mendadak.
- Bupati Bandung Barat mengevaluasi Dirut RSUD Cikalongwetan terkait kelalaian pemeliharaan sarana K3.
Jangan tunggu ada korban terbakar baru bertindak. Keselamatan tidak boleh kadaluarsa!
Redaksi & Tim.
